Kumpulan Materi Khutbah

KHUTBAH JUM’AT

JUDUL              : Target Akhirat

Oleh                   : Drs. KH. SUBUR SUPRIADI

 

Alhamdulillah, Alhamdulillaahi nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruh, wa na’uudzu billaahi minsyuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa, man yahdillaahu falaa mudhillalah wa man yudhlilhu falaa haadiyalah. Asyhadu an laailaaha illAllah wahdahuu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuuluhu, laa Nabiyya ba’dahu. Allohumma sholli wa sallim ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shohbihii ajma’iin. Ammaa ba’du…

Fayaa ‘ibaadAllohu uushiikum wa nafsii bitaqwAllooh, faqod faazalmuttaquun Ittaqullooha haqqo tuqootihii wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun.

QoolAllohu ta’aalaa fii kitaabihil kariim, A’uudzu billaahi minasyyaithoonirrojiim : “wabtagi fiimaa aataakAllohud daarolaakhirota wa laa tansa nashiibaka minaddunyaa wa ahsin kamaa ahsanAlloohu ilaika, walaa tabghilfasaada filardhi, innAlloha laa yuhibbul mufsidiin”

JAMA’AH SIDANG JUM’AH YANG DIRAHMATI ALLAH…

Karena kasih sayang Allah kita senantiasa masih dilimpahkan segala ni’matNya, untuk itu marilah kita sama mengungkapkan puja puji syukur kehadirat Allah swt. Baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan, alhamdulillah wasysyukru ‘alaa ni’amillaah. Serta marilah kita berdo’a semoga Rahmat Allah dan keselamatan semoga senantiasa dilimpahkan atas Nabi besar kita Muhammad SAW, keluarga, sahabat, pengikut dan segenap umatnya, serta syafa’atnya bagi kita kelak di yaumil qiyaamah, Marii kita sanjungkan sholawat salam kepada Nabi Besar kita MUHAMMAD SAW. Allohumma sholli wasallim ‘alaiih.

Selanjutnya Khotib berwasiat untuk pribadi dan jamaah sekalian: Mari tingkatkan dengan sepenuh kesungguhan ketaqwaan kita kepada Allah swt., dengan melaksanakan segala perintahNya dan jauhi serta tinggalkan laranganNya.

SIDANG JUM’AH ROHIMAKUMULLAH…

Sangatlah penting kita mentargetkan amal untuk akhirat, seperti halnya kita sering mentarget pencapaian urusan dunia. Dengan perencanaan yang matang, penuh dengan perhitungan, dilakukan selalu evaluasi/ muhasabah; adakah target ibadah kita yang sudah tercapai dan manakah yang belum, agar kita dapat lakukan upaya-upaya yang maksimal untuk dapat mencapainya. Seperti itulah prioritas amal kita yang semestinya dalam pola kehidupan kita, sebagaimana FirmanNya dalam surat Al-Qashshash ayat 77 :

وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَاۖ وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ٧٧

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan

Dalam ayat tersebut mari kita hayati, bahwa untuk urusan negeri akhirat kita diperintahkan Allah utk mencari, sedangkan menyangkut urusan dunia, bukan bentuk perintah mencari, tetapi dengan kalimat; jangan melupakan bagianmu dari dunia sebagai sarana ibadah juga. Maka dalam rangka melaksanakan perintah untuk mencari/ mengejar akhirat yang akan menjadi kunci kebahagiaan dunia dan akhirat, seyogyanya memiliki target.

 

 

Seperti apakah kita mentarget urusan akhirat?

Yaitu dalam semua bidang keberagamaan kita yakni:

  1. Dalam bidang Keimanan,
  2. Dalam bidang ibadah,
  3. Dalam bidang akhlaq.

Dalam bidang Keimanan :

Dari segi ilmu pengetahuan tentang iman, ilmu tentang tauhid/aqidah/keyaqinan. Jika masih banyak hal yang belum diketahui, hendaknya terus dipelajari, dikaji, diperdalam sampai betul-betul memahami tentang ilmu tersebut. Sebab ilmu itu sebagai modal utama untuk dapat beriman dengan teguh dan sempurna. Seperti ilmu tentang pengertian iman, Perkara-perkara iman, Sifat-sifat wajib bagi Allah dan RasulNya, Tanda-tanda iman yang benar dan sebagainya.

Dalam bidang Ibadah :

Sebagai buah dari keimanan dan Pengamalan ilmu, maka ibadah yang kita kerjakan merupakan pertanda dari kadar Iman kita dan ilmu yang manfaat. Hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan ibadah kita adalah kesahan dan kekhusyu’an. Sahnya ibadah kita dapat dilihat dari syarat dan rukunnya, yang harus betul-betul dipenuhi dengan dasar ilmunya. Adapun kekhusyu’an itu adalah amalan bathin dari ibadah, juga sebagai syarat diterimanya ibadah-ibadah kita. Dimana khusyu’ itu adalah berusaha terus menghadirkan Allah dalam hati kita, sepanjang kita sedang melaksanakan ibadah. Sedangkan ruhnya segala ibadah adalah KEIKHLASAN, sebagai syarat diridhoi dan mendapatkan pahala dari Allah swt.

Dalam bidang Akhlaq :

Standar akhlaqul karimah Rasulullah SAW, yang wajib diteladani, dari mulai sifat-sifat hati yang mulia, menjaga lisan, dan sikap perbuatan yang sesuai tuntunan akhlaq Rasul. Aplikasi Akhlaq ini sangat berkaitan erat dengan kesempurnaan iman, sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW :

Artinya : “Kesempurnaan iman seseorang adalah memiliki akhlaq yang baik”.

KAUM MUSLIMIN SIDANG JUM’AH YANG MULIA…

Demikianlah caranya kita mentargetkan amaliyah akhirat menuju semakin meningkat, semakin sempurna, sampai akhir hayat kita dalam husnul khotimah. Hal ini harus diutamakan, dipentingkan, dijadikan skala prioritas dalam kehidupan kita, sehingga hidup kita akan diberkahi Allah swt. Aamiin.

Demikianlah khutbah yang saya sampaikan, semoga bermanfaat.

BaarokAlloh lii walakum fil qur’aanil ‘azhiim, wanafa’anii wa iyyaakum bimaa fiihi minal aaayaati wadzdzikril hakiim, taqobbalAllohu minnii wa minkum tilaawatahuu innahuu huwassamii’ul’aliim, aquulu qoulii haadzaa wastaghfirulloohal’azhiim lii walakum walijamii’il muslimiina wal muslimaati, fastaghfiruuhu innahuu huwal ghofuururrohiim….

img-20160305-wa0020